Make your own free website on Tripod.com
Panduan Kegiatan
Panduan Kegiatan pelatihan yang praktis (dengan Panduan Pelatihan), disusun untuk mengalihkan pengetahuan dan keterampilan baru, dan menetapkan jenis pelayanan baru dengan menggunakan Pendekatan Pelayanan yang Bermutu. Panduan kegiatan memuat semua informasi teknis dari setiap pelatihan bagi peserta, dan disusun sedemikian rupa sehingga dapat digunakan di luar pelatihan. Seri ini terdiri dari:
   
Total Quality Management (HM1) - Manajemen Mutu Menyeluruh adalah topik hangat dibicarakan belakangan ini, baik di bidang swasta maupun di instansi pemerintah. Hal ini dikarenakan ada tekanan untuk meningkatkan mutu pelayanan. Tujuan utama Total Quality Management (TQM) atau dalam bahasa Indonesia, Manajemen Mutu Menyeluruh (M3) adalah perbaikan mutu pelayanan secara terus menerus. Dengan demikian juga Manajemen Mutu sendiri yang harus dilaksanakan secara terus-menerus.
   
Manajemen Daur Proyek dan Penggunaan Kerangka Kerja Logis (MH2) - Buku Pegangan Peserta pelatihan Daur Manajemen Proyek (Project Cycle Management - PCM) ini disusun sebagai pelengkap yang dapat dipergunakan bagi Fasilitator maupun bagi pelatih dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya dalam menyusun dan mengembangkan suatu rancangan proyek yang berorientasi kepada kebutuhan masyarakat atau para peternak.
   
Kajian Keadaan Pedesaan Secara Partisipatif (HM4) - Kajian Keadaan Pedesaan dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dan percaya diri masyarakat dalam mengidentifikasi serta menganalisa situasinya, baik potensi maupun permasalahannya. Ini sangat berbeda dengan pendekatan 'top-down' yang sering dipakai oleh lembaga-lembaga yang kumpul informasi untuk kelancaran program mereka. Dalam program begitu, lembaga menentukan apa akan dikerjakan dalam suatu wilayah. Masyarakat diikutkan tanpa diberikan pilihan. Dalam Kajian Keadaan Pedesaan Partisipatif justru masyarakat memanfaatkan informasi dan hasil kajian sendiri untuk mengembangkan rencana kerja mereka agar lebih maju dan mandiri.
   
Monitoring dan Evaluasi Partisipatif (HM6) - Materi panduan ini terdiri dari beberapa langkah yang mencoba menjawab: Mengapa M&EP, Dasar Pemikiran, Tahapan dan Langkah Operasional serta Faktor-faktor yang mempengaruhinya. Untuk memperkaya panduan ini disajikan juga pengalaman program DELIVERI di dalam mengaplikasikan M&EP baik saat beraksi sebagai fasilitator pelatihan, maupun saat menggunakannya di lapangan. Juga beberapa bahan bacaan, baik berupa publikasi yang menjelaskan kerangka pemikiran (conceptual framework), maupun tinjauan hasil studi dan pengaplikasian M&EP (terutama yang dilakukan oleh 'pakar asing' di beberapa negara berkembang).
   
Pemberdayaan Masyarakat dalam Praktek (HM7) - Bacaan ini memberikan gambaran umum tentang 'Pemberdayaan Masyarakat'' (PM), yaitu latar belakang, konsep dan proses penerapannya. Dasar dari Pedoman Pemberdayaan Masyarakat adalah pengalaman dari program kerja sama Direktorat Jenderal Peternakan, Dinas Peternakan Propinsi dan Kabupaten (Pemerintah Indonesia) dan Department for International Development (DFID) (Pemerintah Inggris) dalam Proyek DELIVERI.
   
Pengembangan Kelompok Tani (HM8) - Panduan Pengembangan Kelompok ini mencoba memberikan gambaran umum bagi petugas lapang dalam melakukan pendampingan masyarakat. Dalam panduan diuraikan tentang latar belakang pengembangan kelompok, siapa sasaran kelompok, peran lembaga-pendamping dan masyarakat dalam pengembangan kelompok serta tahapan-tahapan dalam melakukan pendampingan pengembangan kelompok.
   
   
Perencanaan Partisipatif pada Tingkat Lapangan (HM9) - Perencanaan adalah suatu proses atau kegiatan dalam rangka menyusun rencana kegiatan. Dengan demikian, rencana adalah segala hal yang belum dilakukan tetapi diharapkan akan dilakukan. Perencanaan partisipatif adalah suatu proses untuk menghasilkan rencana yang dilakukan oleh semua pihak yang terkait dalam suatu bidang dan pihak-pihak merencanakan secara bersama-sama (partisipatif) dan terbuka. Perencanaan partisipatif dimulai dari penjajagan kebutuhan / permasalahan dan potensi (melalui kajian keadaan pedesaan partisipatif) sampai dengan penentuan dan perumusan tujuan yang diharapkan.
   
   
Memfasilitasi Pelatihan Partisipatif (HM14) - Banyak upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dalam rangka pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia, baik di lingkungan aparat maupun masyarakat, melalui berbagai cara, antara lain melalui berbagai pelatihan. Pelatihan tersebut pada umumnya ditujukan kepada aparat dan masyarakat yang pada umumnya adalah orang dewasa yang telah mempunyai pengalaman dalam menjalankan fungsi sosialnya. Dalam kegiatan Pelatihan Orang Dewasa (Andragogi), memerlukan pendekatan tersendiri yang jelas berbeda dengan pendidikan anak konvensional (Pedagogi) pada umumnya. Hal ini penting karena salah satu keberhasilan kegiatan pelatihan terletak pada strategi dan teknik belajar.
   
   
Mengelola Pelatihan Partisipatif (HM15) - Dalam mengelola program pelatihan, banyak pendekatan yang dapat dilakukan. Pendekatan-pendekatan tersebut meliputi Pendekatan Pengembangan Kelembagaan, Pendekatan Sistematis, Pendekatan Administratif, Pendekatan Kesejahteraan dan Pendekatan Politis. Masing-masing pendekatan tersebut mempunyai berbagai kekuatan dan kelemahan. Salah satu pendekatan yang sesuai untuk pelatihan partisipatif adalah "Pendekatan Pelatihan Sistematis" (Systematic Training Approach) yang diperinci menjadi 10 langkah utama yang perlu ditempuh dalam mengelola pelatihan. Pendekatan tersebut dilakukan sejak dari Penjajagan Kebutuhan Pelatihan sampai dengan Evaluasi Dampak Pelatihan.
   
   
Mengembangkan Bahan Informasi (HM16) - Buku Panduan dan bahan bacaan ini merupakan pegangan untuk peserta. Penulisan bahan bacaan ini sengaja disusun untuk memenuhi kebutuhan bagi penyuluh pertanian. Sekaligus sebagai referensi bagi fasilitator dalam menyusun dan mengembangkan materi-materi pelatihan dibidang pengembangan media-media komunikasi.